Senin, 26 Januari 2015

Curahan Hati sang pelaku LDR (Insiperd by LDR from Raisa)

Ku teringat dalam lamunanRasa sentuhan jemari tanganmuKu teringat walau telah pudarSuara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintangTanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
Ku teringat walau telah pudarSuara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintangTanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
Terbit dan tenggelamnya matahariMembawamu lebih dekatDenganmu langitku berbintangDenganmu sempurna ku rasa


Yaa.. Itulah lirik lagu sang biduan cantik yang merdu suaranya membawa aku dalam rasa rindu yang mendalam.. 
takdir membawa ku untuk menjalani hubungan jarak jauh , aku tak merasa keberatan karena sudah berkali kali aku mengalaminya, hanya saja setiap kali aku mengalami lagi aku takut ini terasa sulit, membuat mind set bahwa ini "Sudah Biasa.." atau "Semua akan baik baik saja.." sebenernya mudah saja mengatakan mind set itu hanya saja mempraktekan dan membuat diri ini kembali terbiasa dengan keadaan nyata lah yang sulit, kegagalan setiap kali menjalaninya membuat aku terkadang jenuh dan mulai meragukan hati, Aku tidak meragukan kesetiaannya hanya saja aku ragu akan dibawa kemana hubungan ini, mengingat ada jarak yang memisahkan kami, membuat kami sulit untuk saling bertanya dan menemukan jawaban tanpa melihat sorot matanya.. 
Kami tidak saling berjanji, hanya mengandalkan kepercayaan kami membangun hubungan ini, pastinya akan ada banyak tanya yang tak ada jawabnya dan jawabannya hanya bisa didapatkan ketika bertatap muka.. 
Aku sadar sepenuhnya sadar ketika mengatakan "Yaaa.. Aku bersedia" Hanya saja aku menegaskan kepadanya kalau aku bukan mencari kekasih tetapi aku mencari pendamping hidup.. dan dia pun mengatakan hal yang sama, setidaknya ini menunjukan kalau kami memiliki visi yang sama dalam membina hubungan ini.. Aku cukup merasa terjamin.. 
Aku mulai belajar untuk tidak menyalahkan takdir atau Nasib, aku lebih percaya bahwa ini adalah Kisah cinta yang Tuhan tuliskan untukku dan untuknya.. aku percaya suatu saat nanti akan ada hari bahagia sebagai akhir kisah cinta kami.. dan memulai kisah cinta baru dengan status berbeda.. 
Hubungan kali ini aku cukup merasa bahagia setidaknya kali ini aku tidak berjuang sendiri, kami berjuang bersama sama, berjuang melawan ego masing masing, melawan rasa rindu hanya via telepon, yaaa semua yang menjadi halangan dan rintangan dalam hubungan kami, kami hadapi bersama sama.. 
Aku tidak tau akan bermuara kemana kisah cinta kami tapi aku yakin akan indah pada waktunya.. 



Terima Kasih.. 

Senin, 19 Januari 2015

Untuk Matahariku yang baru...

Untuk matahariku yang baru.. 
yang baru 7 bulan ini menemani hari hariku, yang selalu memberi warna baru dalam hidupku, 
i just wanna say thank you for everything..
terima kasih sudah selalu berusaha untuk memahami semua sifat dan kebiasaanku, walau aku tau kamu terkadang lelah dan merasa ingin berhenti.. 
terima kasih sudah bertahan sejauh ini bahkan ketika jarak begitu kejam memisahkan kita, terima kasih sudah menjaga hati untuk aku yang belum kamu kenali lagi wajahnya, aku bahkan tak yakin masih mengenali wajahku saat ini, kita hanya sekali bertatap muka melalui skype.. Miris sih cuma aku merasa saat ini akan menjadi bagian terindah dalam kisah cinta kita nanti yangnantiunya akan aku ceritakan kepada anak cucu kita nanti.
kadang aku benci kamu abaikan bahkan ketika kamu dikelilingi oleh teman teman yang sosoknya lebih nyata dibanding aku, aku sedih dan kecewa, tapi aku tetap saja memaafkan kamu, entah mengapa sosokmu menjadi sangat berarti bagiku, aku sanggup melupakan semua kenangan buruk bahkan mematahkan argumen ku tentang penilaian seorang lelaki, kamu mengalihkan dunia ku yangn sempat terpaku pada sekelumit pengalaman pahit, kamu membawa aku ke dunia baru dimana mataku tertuju pada sosok yang hanya dapat kudengar suaranya dan kupandangi lewat foto, tapi itu semua tidak membuat karismamu memudar, semua hal yang kamu tunjukan padaku membuat aku mulai membangun benteng dalam hatiku bahwa aku akan menjaga hatiku untuk menanti kamu disini..
kamu sosok yang selalu memberikan aku keyakinan disaat rasa rindu menyergap hati dan disaat bersamaan aku mulai merasa jenuh menjalani hubungan ini, tapi kamu memberi keyakinan penuh bahwa kita berdua memang ditakdirkan bersama meski jarak memisahkan, dan dengan polosnya aku percaya..
kamu, sosok yang menjadi matahari baru ku, ketika banyak malam yang aku lalui ditemani sang rembulan yang enggan turun dari peraduan nya, kini aku aku mempunyai matahari yang senantiasa menemani siang dan malam ku..
terima kasih untuk 7 bulan yang sudah berlalu aku berharap akan ada 7 bulan berikutnya 7 bulan berikutnya dan 7 bulan berikutnya lagi sampai aku tidak menyadari berapa bulan yang aku lalui bersama kamu..

untuk kamu matahari baruku..
tetaplah menjadi cahaya dalam hidupku..