Jumat, 06 November 2015

Kerinduanku

Selamat Malam Tuhan..
Rasanya kaki ini masih berat untuk datang kepadaMU
Mulut ini kaku untuk memanggil namaMU
Tangan ini masih sulit untuk dikepalkan..
Bahkan hati ini belum siap untuk menghadap Engkau..
Aku malu Tuhan..
Aku malu ketika berkalikali aku memohon ampunanMU namun tetap saja aku melakukan dosa dihadapanMU dan bahkan aku masih berkubang didalamnya..
Ya Tuhan.. masihkah Engkau bersedia menerimaku kembali? Masih layakkah aku dihadapanMU??
Tiadakah Engkau malu jika menerimaku kembali??
Ketika aku menjadi hina dan kotor seperti ini, masihkah HatiMU sanggup menerimaku kembali?? Adakah aku masih boleh mengadu kepadaMU , adakah tempat dihatiMU bagiku??
Tidakkah aku terlalu hina untuk KAU layakkan?? Aku banyak membuatMU malu karna dosaku, masihkah aku boleh berharap AnugerahMU berlaku atas hidupku?? Masihkah lembutnya hatiMU menerima aku kembali?? Ketika segala keterikatan dalam hidupku aku lepas bolehkah sekali ini saja aku memohon pertolonganMU untuk membantuku lepas dari jerat yang menyakitkan ini?? Dari belenggu dosa yang mengikatku begitu erat sehingga segala usahaku untuk kembali padaMU menjadi sia sia..
Ya Tuhan..
Masihkan Tuhan berkenan masuk kedalam hatiku?? Memenuhi segala kekosongan dan kehampaan jiwaku yang selama ini kosong karna pintu hati ini tertutup oleh rantai keterikatan akan dosa..
Masihkan Engkau berkenan memalingkan wajahMU untuk sekedar melihat ketulusan hatiku yang sungguh ingin kembali padaMU?? Dapatkah rinduku padaMU menyentuh hatiMU yang suci?? Aku rindu saat saat ketika dulu aku begitu merasakan dekap hangatMU, bahkan hatiku yang dingin ini KAU berikan kehangatan sampai menyentuh kalbuku.. Yaa.. aku rindu saat saat itu, saat saat dimana bersekutu denganMU menjadi momen terindah, sekalipun bertubitubi masalah menghadang langkahku, aku menjadi lebih kuat karna Engkau disampingku..
Yaa Tuhan..
Bolehkah aku datang kepadamu sekali lagi??
Bolehkah aku memohon belas kasihanMU untuk mengampuni segala dosa dosaku??
Bolehkan aku mengemis AnugerahMU untuk kesempatan menata hidupku sekali lagi??
Masih pantaskah aku berlutut dhadapanMU memohon agar Engkau mengubah hidupku, membaharui hidupku??
Adakah HatiMU sanggup menerimaku kembali??
Aku ingin menjadi anak yang baik, anak yang membanggakan Engkau..
Aku ingin mengubah hidupku..
Aku ingin KAU baharui hidupku..
Membebaskanku dari jerat yang mengikat, dari rantai yang membelenggu hidupku..

Aku ingin kembali padaMU yaa Tuhan..
Sudikah Engkau mengulurkan tanganMU untuk membawaku kembali ke pelukanMU, memberi kehangatan yang dulu pernah kurasakan, membawa aku kembali untuk berjalan bersamaMU dan mengarungi hidup ini..
bersamaMU akan selalu ada pelangi sehabis hujan..
BersamaMU badai berlalu dan ombak ditaklukan..
BersamaMU akan selalu ada penghiburan sejati
BersamaMU akan selalu ada damai sejahtera..
BersamaMU aku tidak akan takut, takut pada rasa takutku, ..
BersamaMU aku hanya takut akan kehilanganMU..

Tuhan..

Bolehkan aku datang sekali lagi?? 

Kamis, 05 November 2015

Tuhan, Titip suratku untuk Mama..

Tuhan..
Bolehkah aku memohon pertolonganMU??
Aku menggengam sepucuk surat, namun tak satupun kantor pos yang bersedia mengirimkannya untukku, bolehkah aku menitipkan suratku?? Surat ini untuk seorang perempuan yang parasnya sama denganku, aku yakin KAU mengenal dia, karena dia tinggal dirumahMU.. Aku tidak tau seberapa jauh rumahMU yang kata orang disebut Surga, aku tak tau seberapa luas, seberapa indah dan seberapa jauh rumahMU itu yang pasti tak satupun kantor pos yang bersedia mengantarkan suratku ini..
KAU boleh membacanya Tuhan.. hanya saja jangan lupa untuk memberikan ini padanya..


Untuk Mama..
Hallo Mama..
Lama sudah tak jumpa denganmu..
Eneng gak akan nanya apa kabar mama, karna eneng tau mama sudah terlepas dari penderitaan mama saat masih didunia, mama sudah bahagia dan jauh lebih baik disana..
Ma, seperti apa rupa surga itu?? Mereka bilang surga adalah tempat orang orang cantik dan lemah lembut seperti mama, seindah apakah surga itu?? sampai sampai hanya orang orang seperti mama saja yang dapat tempat disana, aku juga ingin lihat maa..

Ma..
Ketika mama pergi ada banyak pertanyaan yang terlintas dalam pikiran eneng..
Mereka bilang eneng bakal ketemu mama lagi dirumah Tuhan, sampai saat itu tiba bolehkah eneng bertanya, adakah cinta mama masih sama seperti dulu?? adakah eneng masih menjadi putri kesayangan mama?? adakah pelukan mama masih sama seperti dulu?? Adakah suara mama masih merdu sama seperti dulu mama menyanyikan sepotong lagu sebelum eneng tidur??
Eneng rindu mama..

Ma..
eneng sudah dewasa sekarang, eneng sudah bisa berdandan, sudah bisa memakai high heels, sudah bisa memilih baju yang tepat, bahkan eneng sudah bisa mencari uang sendiri..
Adakah mama bangga dengan pencapaian eneng sejauh ini??

Ma..
Saat mama baca surat ini mama jangan nangis yaa..
Semenjak mama pergi eneng mengalami banyak hal entah itu menyenangkan dan tidak,
eneng selalu menangis ketika eneng tidak dapat menangis dipangkuan mama atau menangis dipelukan mama, eneng sedih karna tak ada yang senyaman pangkuan mama dan sehangat pelukan mama, entah kenapa pangkuan dan pelukan mama adalah hal yang paling eneng rindukan karna seerat apapun pelukan ayah, itu tak senyaman pelukanmu Ma..
Mungkin senyuman mama bukan senyuman yang paling cantik, tapi tak mengapa bukan senyum mama yang paling kurindukan.. aku rindu pangkuan dan pelukanmu maa..

Ma..
Aku mohon mama jangan menangis melihat eneng disini, eneng dengan segala keterbatasan eneng akan selalu mencoba untuk menghadapi setiap tantangan hidup, mencoba menjadi anak yang baik, lemah lembut supaya mama bangga disana, supaya melalui kehidupan eneng orang lain tau bahwa eneng mempunyai mama yang luar biasa..

Ma..
eneng ingin cerita banyak tentang kehidupan eneng, apalagi semenjak mama pergi..
awalnya semua begitu pahit eneng rasakan, tapi eneng tau ratapan dan tangisan eneng hanya akan menyakiti dan memberikan kesedihan luar biasa bagi mama disana, dan eneng gamau bikin bahagianya mama disurga terganggu hanya karna tangis dan ratapan eneng yang tak mampu bertahan disini, eneng ingin mama bahagia.. tanpa harus bersedih melihat keterpurukan eneng disini.. eneng ingin mama bangga dengan keberhasilan eneng, bahwa eneng berhasil bertahan, eneng berhasil menang atas tantangan hidup, dan eneng ingin mama bangga kalo sekarang eneng sudah bisa berdiri diatas kaki eneng sendiri..

Ma..
Adakah surat ini terlalu panjang??
Adakah mama bosan membaca surat ini??
Ma..
aku tidak pernah bosan untuk mendongakan kepalaku keatas apalagi ketika begitu banyak bintang bertaburan diatas, karna mereka bilang melalui bintang itulah mama bisa melihatku disini,
aku juga tak pernah bosan menundukan kepala sambil melantunkan ayat ayat suci yang mampu mengantarkan pesan cintaku untuk mama, seperti kata bijak mengatakan "Mendoakan adalah cara kita memeluk dari jauh" aku semakin hanyut dalam lantunan ayat ayat suci itu semakin dalam aku semakin merasa hangat dan kedamaian seakan mama sedang memelukku begitu erat..


Ma..
Rasanya tak pantas kalau aku meminta raga mama hidup kembali dan menemani eneng disini,
tapi aku ingin akhlak mama untuk tinggal dalam diriku, agar kelak aku menjadi ibu terbaik untuk anak anakku.. sama seperti mama yang selalu menjadi ibu terbaik bagi eneng..

Ma..
Eneng rindu mama..


Anakmu Tersayang
I.



Tuhan.. Itu saja suratku untuk mama,
Tolong jaga mamaku, jangan biarkan kesedihan menghiasi parasnya,
aku berjanji akan senantiasa melantunkan ayat ayat suciMU untuknya..
Kupercayakan kebahagiaan mama kedalam tanganMU yaa Tuhan..

Terima Kasih..