Entah
mengapa Tuhan menciptakan wanita yang mampu bermental baja tapi dengan hati
selembut kapas..
KHAWATIR
Aku benci
perasaan khawatir..
Aku benci
pada jarak yang memisahkan kita yang membuatku tak bisa lepas dari perasaan
khawatir tentang kamu..
Aku benci
saat aku harus meyakinkan diriku bahwa kamu disana baik baik saja namun
kekhawatiranku tak kunjung padam..
Aku benci
karna dengan mengkhawatirkanmu saja aku bisa menangis..
Aku benci kala
harus terjaga menunggu kabarmu yang tak kunjung memenuhi notifikasi
handphoneku..
Namun yang
paling aku benci adalah ketika kekhawatiranku ternyata hanya hama dalam hidup
kamu..
Apa yang
salah dengan perasaan khawatir, bukankah wajar ketika aku menunggu kabarmu yang
tak kunjung datang, aku tidak membela diri, aku justru bertanya tanya apa yang
salah dengan rasa khawatirku padamu.. Tahukah kamu, aku juga benci perasaan
ini.. perasaan yang kamu anggap sebagai hama yang mengganggu kehidupan kamu..
Kamu bilang aku berlebihan?? Andaikan kamu tau, aku juga benci perasaan ini,
perasaan yang menjadi kebiasaanku yang selalu menjadi pemicu pertengkaran
kita.. Kamu bilang aku keterlaluan?? Sekali lagi.. Aku juga benci perasaan
ini.. Perasaan yang menurutmu melampaui batas , yang membuat kamu tidak nyaman
dengan dering handphone yang isinya hanya kalimat kekhawatiranku..
Aku juga
benci posisi ku sebagai wanita yang membuat ku dengan mudah menggenangi pipiku
dengan air mata hanya karna khawatir tentang kamu, bahkan kalau kenyataannya
kamu berada dirumah sedang duduk manis didepan televisi sambil tertawa terbahak
bahak dengan keadaan kamu yang seperti aku masih saja terus khawatir.. Kamu tau
mengapa aku masih tetap khawatir??? Karna kamu tidak mengatakan apa yang sedang
kamu lakukan saat itu.. Lalu apa salah kalau aku ingin sekedar menanyakannya??
Aku rasa semua perempuan didunia ini pasti melakukan hal yang sama.. Tapi kamu
anggap aku berlebihan padahal kamu sendiri yang tidak mengatakannya??
Aku benci
perasaan khawatir ini..
Aku benci
ketika harus berdebat denganmu hanya karna perasaan khawatir ini..
Aku benci
pada diriku sendiri kenapa harus selalu mengkhawatirkan kamu.. Aku bahkan tidak
ingat kapan terakhir kali kamu mengkhawatirkan aku..
Aku benci
setiap kata kata menyakitkan yang kamu lontarkan hanya karna aku
mengkhawatirkan kamu..
Aku benci
semua mendengarkan semua kata katamu
yang bernada tinggi yang menunjukan semua kekesalanmu karna perasaan khawatir
yang begitu mengganggumu..
Aku tau..
Aku juga sama..
Aku kesal
dengan kebiasaanku mengkhawatirkanmu..
Tidak
terbesit sedikitpun rasa curiga terhadap kamu, aku mempercayai kamu
sepenuhnya..
Hanya saja
aku belum bisa lepas dari rasa khawatirku tentang kamu..
Kalau aku
yang sulit mengurangi rasa khawatirku, maukah kamu yang mengerti?? Maukah kamu
menyisihkan waktumu 1 menit saja.. hanya untuk mengabariku, sekalipun kamu
sedang asyik tertawa terbahak bahak kamu bisa melakukannya saat iklan bukan?? Bisakah
kamu melakukannya untuk ku?? Sekedar mengabariku?? Kamu bisa kan mengerti bahwa
aku ini wanitamu?? Wanita yang selalu saja khawatir tentang kamu, wanita yang
bahkan bisa menangis hanya karna mengkhawatirkanmu?? Wanita yang bisa terjaga
sepanjang malam hanya karna menunggu kabar darimu.. Wanita yang peduli padamu..
Percayalah..
Aku khawatir
bukan pada hal hal disekeliling kamu..
Aku khawatir
bukan pada para penggoda nakal disekeliling kamu..
Aku khawatir
karna ingin kamu baik baik saja..
Tidak perlu
setiap jam kamu mengabariku.. cukup 1 menit .. 1 menit saja..
Kelak aku
pasti akan belajar terbiasa untuk mengurangi kekhawatiranku.. sama seperti aku
yang mulai terbiasa dengan semua kebiasaanmu.. bahkan kebiasaanmu yang kadang
memberiku air mata..
Sekali lagi aku bukan membela diri.. tolong jangan berikan kata kata yang menusuk hati, tolong jangan mengomentariku dengan kata kata pedas yang mengundang air mata..
Aku ini wanitamu ..
Cause i'm your lady.. And you're my man..
I worry cause i care and i care cause i love..
30th January 2016
02. 34 am