Jumat, 29 Januari 2016

Khawatir

Entah mengapa Tuhan menciptakan wanita yang mampu bermental baja tapi dengan hati selembut kapas..

KHAWATIR

Aku benci perasaan khawatir..

Aku benci pada jarak yang memisahkan kita yang membuatku tak bisa lepas dari perasaan khawatir tentang kamu..

Aku benci saat aku harus meyakinkan diriku bahwa kamu disana baik baik saja namun kekhawatiranku tak kunjung padam..

Aku benci karna dengan mengkhawatirkanmu saja aku bisa menangis..

Aku benci kala harus terjaga menunggu kabarmu yang tak kunjung memenuhi notifikasi handphoneku..

Namun yang paling aku benci adalah ketika kekhawatiranku ternyata hanya hama dalam hidup kamu..

Apa yang salah dengan perasaan khawatir, bukankah wajar ketika aku menunggu kabarmu yang tak kunjung datang, aku tidak membela diri, aku justru bertanya tanya apa yang salah dengan rasa khawatirku padamu.. Tahukah kamu, aku juga benci perasaan ini.. perasaan yang kamu anggap sebagai hama yang mengganggu kehidupan kamu.. Kamu bilang aku berlebihan?? Andaikan kamu tau, aku juga benci perasaan ini, perasaan yang menjadi kebiasaanku yang selalu menjadi pemicu pertengkaran kita.. Kamu bilang aku keterlaluan?? Sekali lagi.. Aku juga benci perasaan ini.. Perasaan yang menurutmu melampaui batas , yang membuat kamu tidak nyaman dengan dering handphone yang isinya hanya kalimat kekhawatiranku..
Aku juga benci posisi ku sebagai wanita yang membuat ku dengan mudah menggenangi pipiku dengan air mata hanya karna khawatir tentang kamu, bahkan kalau kenyataannya kamu berada dirumah sedang duduk manis didepan televisi sambil tertawa terbahak bahak dengan keadaan kamu yang seperti aku masih saja terus khawatir.. Kamu tau mengapa aku masih tetap khawatir??? Karna kamu tidak mengatakan apa yang sedang kamu lakukan saat itu.. Lalu apa salah kalau aku ingin sekedar menanyakannya?? Aku rasa semua perempuan didunia ini pasti melakukan hal yang sama.. Tapi kamu anggap aku berlebihan padahal kamu sendiri yang tidak mengatakannya??

Aku benci perasaan khawatir ini..

Aku benci ketika harus berdebat denganmu hanya karna perasaan khawatir ini..

Aku benci pada diriku sendiri kenapa harus selalu mengkhawatirkan kamu.. Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali kamu mengkhawatirkan aku..

Aku benci setiap kata kata menyakitkan yang kamu lontarkan hanya karna aku mengkhawatirkan kamu..

Aku benci semua  mendengarkan semua kata katamu yang bernada tinggi yang menunjukan semua kekesalanmu karna perasaan khawatir yang begitu mengganggumu..

Aku tau.. Aku juga sama..

Aku kesal dengan kebiasaanku mengkhawatirkanmu..

Tidak terbesit sedikitpun rasa curiga terhadap kamu, aku mempercayai kamu sepenuhnya..
Hanya saja aku belum bisa lepas dari rasa khawatirku tentang kamu..

Kalau aku yang sulit mengurangi rasa khawatirku, maukah kamu yang mengerti?? Maukah kamu menyisihkan waktumu 1 menit saja.. hanya untuk mengabariku, sekalipun kamu sedang asyik tertawa terbahak bahak kamu bisa melakukannya saat iklan bukan?? Bisakah kamu melakukannya untuk ku?? Sekedar mengabariku?? Kamu bisa kan mengerti bahwa aku ini wanitamu?? Wanita yang selalu saja khawatir tentang kamu, wanita yang bahkan bisa menangis hanya karna mengkhawatirkanmu?? Wanita yang bisa terjaga sepanjang malam hanya karna menunggu kabar darimu.. Wanita yang peduli padamu..
Percayalah..
Aku khawatir bukan pada hal hal disekeliling kamu..
Aku khawatir bukan pada para penggoda nakal disekeliling kamu..
Aku khawatir karna ingin kamu baik baik saja..

Tidak perlu setiap jam kamu mengabariku.. cukup 1 menit .. 1 menit saja..

Kelak aku pasti akan belajar terbiasa untuk mengurangi kekhawatiranku.. sama seperti aku yang mulai terbiasa dengan semua kebiasaanmu.. bahkan kebiasaanmu yang kadang memberiku air mata..

Sekali lagi aku bukan membela diri.. tolong jangan berikan kata kata yang menusuk hati, tolong jangan mengomentariku dengan kata kata pedas yang mengundang air mata..

Aku ini wanitamu .. 

Cause i'm your lady.. And you're my man..
I worry cause i care and i care cause i love..





30th January 2016 
02. 34 am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar