Senin, 10 Februari 2014

Daun, Pohon dan Angin

Aku adalah Daun..

Kamu adalah Pohon..

Dan Dia adalah Angin...

Aku mengerti kamu tidak begitu tertarik dengan sajak ataupun puisi,
tapi aku harap kamu cukup peka untuk mengeri apa yang akan aku katakan lewat tulisan ini,,

Seperti yang aku katakan sebelumnya kalau aku adalah daun dan kamu adalah pohon,
selayaknya daun dan pohon yang tak terpisahkan dalam berbagai ilmu pengetauan, tak ada pohon yang tak berdaun, kalaupun ada dapat aku pastikan pohon itu pasti sangat kesepian,
tapi tidak dengan dirimu.. kamu memiliki aku yang selalu setia menemanimu melewati rentang waktu yang panjang dalam perjalananmu bertumbuh menjadi tumbuh dewasa berakar menancap pada tanah yang senantiasa memberikan dirinya menjadi pijakan yang kuat...

Semakin banyak yang kita sering lalui bersama, aku semakin kuat begantung kepadamu, begitupun kamu semakin bergantung kepadaku, masih ingatkah kamu saat itu matahari begitu teriknya menghantam bumi?? tanah mulai berteriak menginginkan kepergianmu, namun karna kau terlanjur kokoh berpijak kau bahkan tak berpindah sedikitpun, bahkan ketika daun daun lain berguguran aku masih setia bersama kamu, berusaha melindungi kamu walau mengorbankan aku sendiri, aku bisa melihat kesedihan itu dimatamu, kamu begitu menderita bahkan kamu menderita juga karna aku..
kamu ingin menyerah saat itu tapi kamu juga tau kalo kamu menyerah saat itu maka kamu pun takkan pernah melihat aku lagi..
dan sekali lagi kamu bertahan..

Ingatkah kamu saat hujan??
begitu derasnya, saat itu aku tak mampu bertahan , hujan terlalu kuat menghantam aku, aku bahkan lupa bagaimana rasa dari air mata ku sendiri...
tapi yang aku rasakan saat itu ada genggaman yang begitu kuat mencoba untuk melidungiku dari ganasnya sang Hujan..
sekali lagi aku bertahan..

Entah itu disebut cinta atau bukan namun saat itu aku tak peduli apa yang biologi katakan tentang hubungan pohon dan daun, mereka mengatakan akan ada saatnya daun gugur dan digantikan oleh yang baru.. aku tak percaya saat itu..

Semakin lama aku bergantung kepadamu,kamu pun semakin tinggi menjulang seakan menembus awan , akupun mulai berkenalan dengan Angin.. yaaa... dia sangat baik.. memberikan kesejukan kala teriknya matahari.. namun yang sangat kubenci dia berkawan karib dengan Hujan,, satu hal yang sangat kubenci karna hampir memisahkan kamu dan aku..

Angin semakin membuatku terpesona dengan ceritanya bahwa ia telah sering berkelana di selruh dunia.. aku takjub dan heran bahkan bertanya tanya bagaimana diluar sana??
apa benar yang angin katakan?? kalau benar ingin sesekali aku ke tempat itu,yang artinya aku harus berpisah denganmu..

tidak!
apapun alasannya aku takkan mau berpisah dengan kamu..
cinta pertamaku..
Pohon..

Satu kali aku melihat kamu bercengkrama dengan daun tapi bukan aku..
entah siapa.. aku tak mengenalnya..
Sudah lama aku tak melihat senyum dan tawa lepasmu, sudah lama rasanya kita tidak bercengkarama sama seperti ekspresi yang kau tunjukan pada daun itu..
dulu tawa itu hanya aku yang lihat.. dulu senyum itu pernah aku klaim sebagai milikku..
tapi ternyata kini aku melihat kamu berbagi senyum itu dengan daun itu..
aku berusaha berfikir  positif, kamu sudah sepantasnya mencari teman.. yaa hanya teman..
Aku membiarkannya..

Angin sesekali menemuiku, tapi kini pandangan nya berbeda, tak seperti biasanya,,
tapi aku masih dapat merasakan kelembutannya..

Aku merasakan kamu semakin dekat dengan daun itu..
aku dan kamu semakin jarang berbagi seperti dulu, aku merasa kamu telah mendapatkan sosok yang membuat kamu nyaman lebih daripadaku..
apakah aku benar??
Saat aku merenungkan ini ada air membasahiku..
Apa ini??
rasanya seperti air mata..
terakhir kali aku merasakan rasanya adalah ketika aku hampir terhempas karna hujan..
aku cemburu...
Yaaa...
aku cemburu..
aku tak mampu lagi menjangkau kamu, kamu telah lebih dekat dengan daun itu..
aku bahkan telah menguning..
hijauku hilang..
aku tak mampu lagi melakukan tugasku seperti tertulis di buku biologi, Berfotosintesis..
aku tak mampu lagi..

Aku kehilangan arah dan tak kehilangan kekuatan untuk berpegang pada salah satu dahanmu..
Aku hampir terhempas..
Dan sedikit saja tersentuh maka aku akan jatuh..
akankah kamu menyadari betapa sekaratnya aku??
yaaa... sedikit saja..

Angin datang dan betapa aku dapat melihat wajah khawatirnya..
berkata kepadaku " sudah kukatakan kalau pohon akan menyakitimu.."
Angin benar..

aku lebih memilih terbang bersama dengan Angin..



Angin yang membawa daun pergi atau Pohon yang tak menginginkan kehadirannya lagi??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar