semua sudah pernah aku lalui, pahit manis ketirnya hidup sudah pernah..
aku adalah seorang pemimpi besar yang tak punya nyali untuk mewujudkannya..
aku mengangankan hal yang besar, membuat semua seolah nyata dihadapanku tanpa berani menyadari bahwa kenyataab jauh lebih pahit dari mimpi..
aku penghayal besar , berbicara sendiri dengan tembok, bantal , guling yang sudah bosan mendengar celotehanku, aku penghayal yang hanya mampu berkhayal..
aku ini bijak.. aku mampu membangkitkan semangat seseorang tapi ketika aku bercermin aku bertanya , adakah semangat dihidupku? pantaskah aku disebut bijak? saat mereka mulai bersemangat karena tutur kataku yang penuh semangat membangkitkan gairah, cermin yang ada dihadapanku membuang muka dan berbalik mengejekku, SIAPA AKU?
aku ini pengumbar tawa.. aku mampu membangkitkan redupnya suasana menjadi semburan tawa renyah , menatap bahagia mereka yang tersenyum bahkan tertawa karena kelakarku, karena kekonyolanku, karena sikap bodohku, mereka tertawa bahagia mengganggap akupun bahagia saat itu, namun ada yang luput dari rasa bahagia mereka dan disela tawa mereka aku merasa berada didimensi lain dimana aku hanya seorang diri saja, topeng macam apa ini? mengapa begitu tebal hingga mereka lupa mengingat sosok asli ku? mengapa Tuhan memberikanku kepandaian untuk menutupi rasa? SIAPA AKU??
aku ini penipu ulung.. aku mampu membuat orang percaya dengan apa yang aku katakan, ketika kata 'BAIK BAIK SAJA' menjadi andalanku mereka dengan mudahnya percaya dan benar benar mengganggap semua 'BAIK BAIK SAJA' betapa hebatnya aku , aku mampu membalikan semua hukum tata bahasa indonesia ketika Sehat seharusnya Sakit, ketika Bahagia seharusnya menderita, ketika Suka seharusnya Duka.. Bohong? tidak.. selama mereka melihat topeng yang aku gunakan.. sudah kubilang aku ini penipu ulung.. lalu kembali aku ke ruang dimensi itu dan sang cermin dengan berat hati berdiri dihadapanku .. SIAPA AKU??
Kasihan cermin itu..
dia pasti sangat menderita.. harus menanggung beban melihat sang putri terus menerus menebalkan mukanya.. cermin itu merindukan sang putri yang dulu , tak cantik namun menarik dengan kejujuran tanpa dusta... sang cermin dengan langkah gontai menghampiri sang putri bukan untuk berdiri didepannya tapi disamping sang putri, cermin itu sekilas melihat senyum yang biasa.. ketika ia sampai disamping sang putri ia baru menyadari sosok sang putri yang lesu tak ada lagi binar yang dulu jadi keindahannya, bahkan sinarnya redup, cermin tak lagi percaya bahwa itu masih tetap sang putri..
sang putri menyadarinya.. lalu menangis namun masih tertutup tawa dan senyum khasnya.,
cermin marah.. ingin rasanya ia memecahkan dirinya sendiri.. merasa teriris melihat tetes air mata langka itu, namun dia tetap sang putri yang dia kenal selama ini .. sang putri dia bijak, dia pengumbar tawa, dia penipu ulung.. dan dia adalah AKU.. dan AKU adalah cermin itu, dan cermin itu berkata ... SIAPA AKU??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar